Kognisi
Sudah sekian lamanya, aku mengamati langit sembari mengingat dan mencari tahu arti dari sebuah pertemanan, menikmati susu dus serta kue coklat yang baru saja aku beli di warung terdekat dengan sekolahku, benar saat ini aku sedang menikmati istirahat makan siang ku di sekolah, dengan mereka yang jauh dihadapanku.
Walaupun rasanya sepi, akan tetapi aku sudah terbiasa dengan semua kesepian ini, terbiasa dengan kehampaan nan menyakitkan seperti ini, ingin ku rasanya berteriak meminta tolong pada mereka yang jauh dihadapanku, untuk menemaniku yang sepi dan merasakan kenyamanan dari buah hasil pertemanan yang mereka rasakan.
"Ding Ding Dong...." Ternyata bel sudah berbunyi dan mereka yang jauh dihadapanku pun langsung kembali ke kelasnya masing masing, dan tentu akupun bergegas kembali ke kelasku, ketika aku kembali ke kelas, aku mendapati temanku kevin yang sedang panik di bangku.
Terlihat dia sedang mencari sesuatu di tas nya sampai akupun penasaran " Vin kau kenapa?" dan kevin menjawab dengan terbata bata " I-ni bu-bu-buku matematika ku Ketinggalan!" dan memang setelah istirahat pelajaran selanjutnya ialah Matematika, lalu aku mencoba untuk menenagkan kevin " coba cari kembali vin siapa tau keselip selip" dan dia yakin akan hal itu sembari menggeledah semua isian tasnya.
"Assalamualaikum" sontak kevin terkejut karena melihat Bu Rima sudah masuk ke kelas, aku bagaimana? tentu akupun bergegas kembali ke bangku ku sendiri yang ada di paling depan dekat meja guru jika anda paham matriks tempat duduk ku berada pada baris satu kolom tiga, ya betul di tengah tengah dan dua bangku di depan kevin, Ketika pelajaran dimulai dan bu rima memberikan materi aku membuka hp didepan, seolah olah aku sedang melihat jam akan tetapi hp itu tak kunyalakan karena niatku hanya untuk melihat keadaan kevin, dan ternyata setelah ku lihat kevin sedang tertidur dan ku lihat buku matematika kevin ada di atas mejanya dan sepertinya buku dia tidak ketinggalan.
Seperti angin kencang yang datang secara tiba tiba, sifat manusia pun selalu berubah secara tiba tiba, aku yang biasanya tak dekat dan malah biasa saja dengan kevin dan dia keesokannya menjadi lebih dekat dan menanyakan kontak serta banyak hal lainnya,bagaimana denganku? tentu aku senang senang saja berteman walau agak aneh karena dari dulu kita sekelas baru sekarang dia ingin berteman denganku, birapun begitu aku yang biasa selepas istirahat langsung ke warung dan menyantapnya di perpusatakaan atau di atap sekolah sembari membaca buku kini dicegat oleh kevin dan mengajakku untuk istirahat dan makan bersama dengan kevin dan circle nya kevin.
Mau tidak mau aku ikut saja ajakannya, dan akhirnya aku punya sebuah circle pertemanan walau aku masih berpikir apa arti dari pertemanan itu, dan ada suara kecil yang terus membesar memanggil ku "HOI!!" tersentak aku kaget sambil melihat sumber suara itu dan ternyata itu teman kevin yang bernama Michel, Michel adalah seorang perempuan yang keberadaannya sama seperti kevin yaitu aktif riang cerdas dan suka sekali makan, walau yang terakhir pengecualian dia pun bertanya kepadaku "HOI!! akhirnya noleh juga daritadi kamu terlihat melamun terus ada apa?" dengan reflek aku menjawab " Engga ada apa ko maaf ya bikin repot ", Viona temannya kevin pun menyela dan terdengar khawatir perkataannya "Iya kenapa kamu? kamu gapapa kan?? kalau gaenak badan atau pusing ke UKS aja ya???" " Iya ih kamu teh dari tadi pas kita makan kamu baca buku tapi ko matanya kosong gitu bikin kita khawatir aja bener gapapa??" kata kevin.
"Iya bener aku gapapa ko makasih ya viona, kevin dan michel udah khawatir dan maaf banget kalau bikin repot" kataku, sedikit cerita tentang Viona dia seorang perempuan sama seperti michel walaupun dari gerakan mata dan gestur tubuh terlihat dia seperti tertarik dengan Kevin dan dia juga perempuan yang keberadaannya sama seperti kevin dan michel walaupun viona tidak suka makan banyak karena hanya viona saja yang membawa makanan lebih sedikit dari yang lainnya serta tempat makananya pun kecil, kalau Michel? you dont say... dia makannya banyak banget sampai tiga tingkat tempat makannya juga, tetapi melihat Kevin dia makannya biasa saja dengan porsi ideal dan tak seperti mereka berdua.
Setelah masa kekhawatiran selesai kita semua pun lanjut berbicara, cetus michel yang menanyakan tugas biologi minggu kemarin "Hei kalian tugas biologi udah beres kan? yang halaman 55 tentang sistem reproduksi?" jawab viona"duh aku udah belum yaaa, ntar aku coba cek dulu (sembari mengecek bukunya)" " ah alhamdulillah aku udah beres " jawab lega, dan aku melihat kevin yang sangat santai sembari menyantap bekal nya, sampai diapun dengan bangga mengatakan " aku? udah beres donggg nih aku tunjukkan" ketika mau menunjukkan dan mengeluarkan buku biologi dari dalam tasnya kevin pun terhenti dan terlihat mukanya sangat cemas.
Aku pun bertanya " vin kenapa? " walau sudah terlihat dari raut wajahnya dia pasti buku biologi nya ketinggalan dan benar saja ternyata kevin meninggalkan bukunya di meja belajar dalam kamarnya, sontak viona yang suka pada kevin memiliki khawatir yang berlebih seperti mereka sudah menjadi kekasih " Duh vin gimana dong gimana nih gimana gimana gimana??" rasa cemas yang mengubah sedetik menjadi sekian menit dan waktu serasa lama karena otak bekerja tiga kali lipat dari biasanya untuk menemukan solusi akhirnya viona pun memiliki ide yaitu berpura pura sakit dan bilang ketinggalan obatnya dirumah padahal mau ngambil buku walau ide ini dihentikan oleh michel karena dia berpendapat " jangan bohong, lebih baik jujur saja sesekali mah tidak apa apa kan? " jawabku "iya mending jujur aja pak Boni pasti akan mentolelir " viona dan kevin pun mempertimbangkan semua pendapat dari kami.
Pada akhirnya mereka pun setuju dengan saran kami yaitu jujur dan tidak berbohong apalagi waktu yang dibutuhkan pun takkan cukup untuk mengambil buku ke rumah dan balik lagi, Bel berbunyi dan kita semua sudah beres makan serta diskusinya dan semuanya pun kembali pada kursinya masing masing, ketika pak boni masuk dan melanjutkan pelajaran minggu lalu tibalah saatnya untuk membuka tugas yang diberi minggu lalu, ketika sedang melanjutkan pemeriksaan tugas minggu lalu terlihat pak boni ke belakang bangku dan mendekati kevin sembari bertanya " vin.. buku kamu mana..? ko bapak tak melihatnya" dan kevin sembari menghela nafas menjawab " maaf pak buku saya ketinggalan di meja belajar " pak boni yang mendengar hal itu langsung berkata " baik karena kevin lupa silahkan kevin duduk dan perhatikan tugas yang sedang dibahas" " siap pak" jawab kevin.
lalu salah seorang teman sekelas mengacungkan pertanyaan " pak maaf saya mau nanya? " " ya silahkan justin " jawab pak boni lalu justin pun menanyakan tentang kevin yang tak diapa-apakan setelah lupa membawa buku nya, menurut saya dia harus dihukum agar jera dan tetap fokus pak" saut justin. Pak boni tertegun mendengar pendapat justin. sembari menghela nafas pak boni mengatakan "Yup benar, saya hargai pendapat kamu tin. Tetapi menurut bapak, mengingat kevin ini baru pertama kali melakukan hal seperti ini seharusnya pengurangan nilai saja sudah cukup tanpa harus mempertanyakannya lebih lanjut. Toh bukunya juga saat ini tidak ada." Dengan tegas pak boni memberikan jawaban pada justin.
Kamis 14/08/25
Comments
Post a Comment