Posts

Featured Post

Bukit & Lembah

Hai, aku Fauzan. Seseorang yang sering kali menciptakan masalah di mana pun aku berada. Entah apa yang ada di pikiranku, aku tidak pernah berpikir panjang, yang penting cepat, walau tak selalu tepat. Ya, akulah Fauzan si "gurung gusuh" yang masih terus belajar untuk lebih tenang dan menemukan ritme dalam hidup. Kini, aku mencoba peruntungan di dunia kepenulisan dan menyusun karya tulis ilmiah untuk pengembangan diri. Sudah berkali-kali kepalaku terasa mau meledak dan hancur berkeping-keping. Penyebabnya adalah diri sendiri yang tidak berpegang teguh pada apa yang telah diucapkan. Benar, aku bisa disebut munafik yang merasa bisa melakukan semua yang dikatakannya, padahal kenyataannya hanya sesaat. Janji-janji itu kini menjadi sekadar legenda. Aku yang sejak dulu berkomitmen pada diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan membuat rencana jangka panjang bagi orang-orang yang percaya padaku, ternyata kerap gagal dalam eksekusi rencana yang telah disusun matang. Sunggu...

Cerpen Sekolah

Hindari debat kusir        Pada saat aku sedang bersenda gurau dengan cermin, aku menatapi jam dinding yang ada pada pantulan cermin, dan waktu itu menunjukan pada pukul 09.45, lalu aku bergegas kembali ke kelas karena sudah saatnya bagiku untuk kembali ke kelasku dan melanjutkan pembelajaran.     Sekembalinya aku dikelas ternyata aku melihat makarim dan wahid sedang berseteru, entah apa yang mereka perdebatkan masih kurang jelas akan tetapi tak seperti wahid, makarim justru terlihat tenang dan tulus mendengarkan semua ocehannya wahid, setelah mendengarkan dan menunggu momen yang tepat untuk menyela makarim pun membantah dengan hormat tidak seperti wahid.     Selang lima menit perseteruan makarim dan wahid pun selesai, lalu guru tiba dan aku yang memperhatikan dari pertengahan agak heran mengapa bisa makarim dan wahid cepat menyelesaikan perseteruan mereka, tidak seperti yang lain karena ada yang lima hari baru selesai perdebatannya, dan kembali d...

Kognisi

    Sudah sekian lamanya, aku mengamati langit sembari mengingat dan mencari tahu arti dari sebuah pertemanan, menikmati susu dus serta kue coklat yang baru saja aku beli di warung terdekat dengan sekolahku, benar saat ini aku sedang menikmati istirahat makan siang ku di sekolah, dengan mereka yang jauh dihadapanku.          Walaupun rasanya sepi, akan tetapi aku sudah terbiasa dengan semua kesepian ini, terbiasa dengan kehampaan nan menyakitkan seperti ini, ingin ku rasanya berteriak meminta tolong pada mereka yang jauh dihadapanku, untuk menemaniku yang sepi dan merasakan kenyamanan dari buah hasil pertemanan yang mereka rasakan.          "Ding Ding Dong...." Ternyata bel sudah  berbunyi dan mereka yang jauh dihadapanku pun langsung kembali ke kelasnya masing masing, dan tentu akupun bergegas kembali ke kelasku, ketika aku kembali ke kelas, aku mendapati temanku kevin yang sedang panik di bangku.      ...